Working Paper Summary : Perang Dingin di Asia Pasifik (Studi Kasus Perang Vietnam)


*Vietnam War Protest in 1970

PERANG DINGIN DALAM SEJARAH ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL.

Sejarah ilmu hubungan internasional telah mencatat beberapa peristiwa besar dalam hubungan antar negara, salah satunya yang memiliki pengaruh sangat besar dalam perkembangan ilmu hubungan internasional yaitu Perang Dingin. Transformasi sifat  hubungan antar negara, dari yang semula bersifat konfrontasi militer seperti Perang Dunia 1 dan 2, berubah menjadi kompetisi ideologi bipolar dua super powers yang memperjuangkan nilai kapitalisme dan sosialisme.

Penetrasi pengaruh  dari Perang Dingin terasa di semua penjuru dunia, tak terkecuali di kawasan Asia Pasifik.

Perang Dingin, bermula ketika Perang Dunia 2 berakhir dengan pengakuan kekalahan Jepang atas sekutu yang dipimpin Amerika Serikat. Akibat trauma yang hebat dikarenakan banyaknya korban jiwa dan biaya perang yang sangat mahal, maka terjadi transformasi hubungan internasional dengan didorong semakin meningkatnya kekuatan dan pengaruh ideologi kapitalistik Amerika Serikat, serta dengan adanya penanding yaitu Uni Sovyet dengan pengaruh ideologi sosialisnya.

PERANG DINGIN DAN PENGARUHNYA DI KAWASAN ASIA PASIFIK, KHUSUSNYA DAMPAK DARI TERJADINYA PERANG VIETNAM.

Pengaruh Perang Dingin di kawasan Asia Pasifik, bermula dengan munculnya kebijakan luar negeri Presiden AS Harry S.Truman yang bernama containment policy, yaitu kebijakan luar negeri AS yang fokus kepada pembendungan pengaruh komunisme USSR dimanapun termasuk di kawasan Asia Pasifik. Kebijakan ini semula diusulkan oleh seorang diplomat AS bernama George F.Kennan dalam majalah Foreign Affairs dengan tujuan menghadapi konflik jangka panjang yang ditanggapi dengan sabar namun tetap waspada serta hancurnya kekuatan pengaruh komunisme USSR atau melunaknya manuver politik USSR. Kebijakan ini menimbulkan image that US as the guardian of peace and USSR as peace threatener that must be terminated. Fokus utama kebijakan ini adalah negara-negara yang dianggap sebagai mitra kuat AS yaitu Eropa Barat untuk membendung pengaruh komunisme USSR di kawasan Eropa khususnya Eropa Timur, serta Jepang sebagai mitra AS di Asia Pasifik.

Namun pada tahun 1949 muncul ancaman besar baru bagi AS, yaitu dengan munculnya Cina sebagai kekuatan besar yang memiliki ideologi komunisme di bawah pemerintahan Mao Ze Dong.

Cina dianggap menyatu dengan USSR terlebih dengan kondisi geografis yang sangat strategis, sehingga hal ini menjadi tantangan yang sangat berat bagi AS. Dengan munculnya Cina sebagai kekuatan komunisme yang baru, maka pihak AS mengkhawatirkan terjadinya domino effect dimana kekhawatiran AS akan jatuhnya negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik ke dalam pengaruh ideologi komunisme Cina-USSR.

Pada tahun 1951, pihak AS dan Jepang menandatangani perjanjian Mutual Security Agreement yang bertujuan membendung pengaruh Cina di kawasan Asia Pasifik.

Lalu pada tahun 1950-1953 terjadi Perang Vietnam pertama antara kaum nasionalis Ho Chi Minh melawan kaum kolonialis Perancis. Tujuan kaum kolonialis Perancis dalam hal ini adalah demi membentuk negara Vietnam merdeka dan bebas dari pengaruh ideologi komunisme Cina-USSR. Momen inilah momen pertama dimana AS dan USSR terlibat langsung ketika AS memberi bantuan dana US$1 Milyar kepada pihak Perancis, dan USSR-Cina memberi bantuan kepada pihak nasionalis Ho Chi Minh. Namun pada tahun 1954 pihak kolonialis Perancis dikalahkan oleh kaum nasionalis Ho Chi Minh. Saat itu muncul suatu dilema persepsi mengenai Ho Chi Minh, yaitu apakah Ho Chi Minh seorang komunis ? Namun beberapa pemimpin negara-negara Asia mengatakan bahwa perjuangan Ho Chi Minh merupakan perjuangan meraih kemerdekaan semata.

Lalu pada tahun 1954, ada sebuah perjanjian bernama Geneva Convention dimana PBB memutuskan untuk membagi Vietnam menjadi 2 wilayah Utara dan Selatan. Sejak inilah muncul konflik antara pihak Utara dibawah kepemimpinan Ho Chi Minh yang notabenenya sebagai pihak komunis, dengan pihak Selatan yang seringkali didukung oleh pihak liberalist AS.

Pada tahun 1954, AS membentuk SEATO, sebuah bentuk kerjasama pertahanan antara AS-Australia-NZ-Perancis-Inggris-Thailand-Filipina-Pakistan demi membentuk sebuah collective security di kawasan Asia Pasifik. Tetapi pada tahun 1977 SEATO dibubarkan karena dianggap tidak memainkan peran yang signifikan di kawasan ini.

Berbeda halnya dengan Indonesia dan negara-negara post-kolonialist lainnya yang baru merdeka dari zaman kolonialisme, mereka menerapkan politik luar negeri bebas aktif dimana tidak memilih memihak ke masing-masing pihak, tetapi tetap aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia. Inilah yang menjadi dasar bagi diselenggarakannya Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada tahun 1955.

Pada tahun 1961 mulai terjadinya Perang Vietnam yang kedua antara pihak Utara yang didukung oleh pasukan militer USSR-Cina dengan pihak Selatan yang didukung pasukan militer AS. Inilah yang menjadi kesalahan terbesar kebijakan luar negeri presiden AS John Fitzgerald Kennedy dimana ia mengirimkan 15.000 tentaranya ke Vietnam.

Tetapi di luar dugaan, pasukan gerilyawan Vietnam Utara dengan peralatan militer yang sangat konvensional, berhasil mengalahkan pasukan AS yang notabenenya memiliki peralatan militer yang sangat canggih di masa itu serta jumlah pasukan yang jauh lebih banyak. Inilah salah satu kegagalan terburuk dalam sejarah militer bangsa Amerika selain kegagalannya di Teluk Babi Kuba.

Pada tahun 1962 hubungan USSR dengan Cina mulai pecah, dan inilah yang menyebabkan hubungan internasional menjadi tripolar. Momen ini lah yang dijadikan AS untuk mulai mendekati dan menjalin hubungan kerja sama dengan Cina.

Kesalahan strategi perang dan situasi medan perang yang di luar dugaan militer AS di Vietnam, menjadikan pemerintah AS pada masa itu (1972) di bawah kepemimpinan Presiden Richard Nixon berupaya menarik mundur pasukan AS, tetapi dengan image bahwa AS tidak kalah dalam perang tersebut. Maka pada tahun 1972 Presiden Nixon datang ke Cina dengan tujuan menandatangani perjanjian Shanghai Comunique yang berisi pengakuan diplomatik AS yang mengakui RRC sebagai satu-satunya Cina, mengingat dengan adanya konflik disintegrasi antara Cina dan Taiwan.

Dampak Perang Dingin dari segi pertarungan idelogi di kawasan Asia memang tidak terlalu terasa seperti yang terjadi di kawasan Eropa, namun di kawasan Asia terjadi kontak langsung dalam artian perang bersenjata antara pihak-pihak yang menjadi buffer-state dari AS dan USSR seperti Perang Semenanjung Korea, dan Perang Vietnam.

Dampak dari Perang Vietnam itu sendiri sangat beragam, diantaranya adalah :

1. Image AS di Asia Tenggara menurun, khususnya setelah menelan kekalahan di Vietnam yang menyebabkan ditutupnya pangkalan militer AS di kawasan ASEAN serta sifat inconfident AS terhadap dunia internasional sampai awal tahun 1990an dimana Perang Dingin berakhir dengan runtuhnya USSR yang menjadikan AS sebagai pihak terkuat dalam hubungan internasional.

2. Munculnya organisasi kawasan di Asia Tenggara yaitu ASEAN pada tahun 1967 melalui Deklarasi Bangkok dalam rangka mencegah penyebaran pengaruh ideologi komunis di kawasan Asia Tenggara.

3. Perubahan bargaining power AS di kawasan Asia Pasifik, dari semula menggunakan pendekatan militeristik ke arah pendekatan ekonomi melalui paham free trade.

4 responses to “Working Paper Summary : Perang Dingin di Asia Pasifik (Studi Kasus Perang Vietnam)

  1. Halo Eduard, salam kenal…
    Dulu cita-citanya saya pengen masuk HI Parahyangan tp krn gak dikasih ortu so tetap di Jakarta deh, padahal dah lulus..
    Btw, punya bahan atau tulisan yang berhubungan dengan China’s Rise gak? tapi dari perspektif Indonesia..
    Ni lagi jadi topik hangat soalnya..

    Thanks

    • Hai Dita.
      Anyway km dr Program Studi Ilmu Hub.Internasional juga ?
      Salam kenal ya.
      Well kebetulan untuk perspektif Indonesia mengenai kebangkitan Cina saya tidak begitu banyak referensi.
      Saya lebih punya banyak referensi mengenai sejarah hubungan diplomatik, politik, dan sosial-budaya antara Indonesia dan Cina (lebih ke unsur sejarah).
      Untuk topik yang kamu cari ini, pasti akan lebih banyak terbatas ke isu ekonomi bukan ?
      Karena untuk isu militer dan pertahanan Indonesia tidak terlalu banyak berhubungan dengan Cina.
      Namun jika nanti saya mendapatkan akses dan dokumen-dokumen, dengan senang hati akan saya kirim ke email kamu.
      Kiranya itu mungkin jawaban saya.
      Terima kasih Dita dan salam kenal.
      Regards, Eduard.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s