Working Paper Summary : Australia di Kawasan Asia Pasifik


Abstrak

Dalam summary ini, penulis akan mencoba membahas secara general mengenai kebijakan luar negeri Australia di kawasan Asia-Pasifik. Apa yang dilakukan beberapa pemimpin Australia dalam periode kepemimpinannya dan bagaimana peran Australia di dalam hubungan internasional di kawasan Asia-Pasifik.

Kebimbangan Identitas Nasional dan Pengaruhnya dalam KLN Australia di Asia-Pasifik.

Sebagaimana selama ini kita ketahui, secara fisik masyarakat Australia lebih dari 50% merupakan orang berkulit putih yang bisa dikatakan satu ras dengan masyarakat Eropa. Namun secara geografis, Australia merupakan benua terdekat dengan benua Asia, sehingga hal ini menyebabkan banyaknya imigran asal negara-negara Asia yang tinggal disana baik untuk mencari pekerjaan maupun menuntut ilmu. Sebagai tambahan, Australia merupakan negara dengan jumlah imigran terbesar ke-2 di dunia setelah Israel, maka dari itu komposisi penduduknya sangat beragam.

Mengenai hal komposisi penduduk ini, menyebabkan terjadi apa yang bisa kita katakan sebagai krisis identitas dan peradaban, dalam artian masyarakat menemui kesulitan dalam menentukan identitas mereka sebagai masyarakat global, apakan sebagai masyarakat peradaban Eropa atau Asia.

Menanggapi hal ini, beberapa Perdana Menteri Australia menyatakan pernyataan yang berbeda-beda. Dimulai dari era administrasi PM Paul Keating yang menyebutkan akan memperbaharui identitas nasional Australia dan Asia akan memainkan peran yang penting dalam hal ini. Faktor keterkaitan dengan negara-negara Asia akan menjadi faktor kunci dalam hal menentukan identitas nasional ini. Maka dari itu kebijakan-kebijakan luar negeri Paul Keating lebih bersifat multilateral dengan negara-negara Asia dan mencoba menjalin kerjasama yang baik. Namun terdapat kendala, yaitu bagaimana pandangan negara-negara Asia tersebut terhadap Australia, seperti Singapura dan Malaysia yang cenderung bersikap pesimistis terhadap upaya Australia ini.

Pada tahun 1996, PM Paul Keating diganti oleh PM John Howard setelah kalah dalam kampanye. Berbeda dengan PM Paul Keating, John Howard lebih menitikberatkan hubungan bilateral antara Australia dengan AS dan Inggris.

Sebenarnya hubungan antara Australia dan Asia tidak bisa dipengaruhi oleh pemimpinnya, karena hubungan yang kuat secara psikologis antara Australia dan Asia sangat dekat dan saling terkait dalam berbagai aspek. Selain itu terdapat pula faktor demokratisasi negara-negara Asia yang secara tidak langsung akan mempengaruhi hubungan antara kedua pihak ini. Yang menjadi kunci adalah apakah negara-negara Asia mau menerima Australia ke dalam komunitas mereka ?

Diplomasi Middle Power Australia.

Pendekatan bilateral biasanya dilakukan oleh pemimpin Australia yang berasal dari kaum Liberal Party dan National Party. Mereka lebih menitikberatkan pentingnya hubungan erat dengan negara AS dan Inggris. Berbeda dengan kaum Liberal, kaum dari partai Australian Labor Party lebih menekankan hubungan multilateral dengan negara-negara tetangganya di Asia.

Seperti Kevin Rudd, Perdana Menteri Australia yang diangkat pada tanggal 3Desember 2007.

Sosok Kevin Rudd ini cenderung non-konservatif jika dibandingkan dengan sosok PM Howard, ia juga PM yang pertama kali mengalami akibat dan pengaruh dari munculnya Cina sebagai kekuatan baru. Kompleksitas globalisasi juga membuatnya memiliki cara pandang tersendiri dalam  membuat kebijakan luar negeri.

PM Rudd menekankan apa yang disebut diplomasi Middle Power sebagai prioritasnya. Dengan diplomasi seperti ini, maka KLN Australia lebih bersifat fleksibel dengan beberapa poin, yaitu :

–          Sebagai membership of United Nations : maka Australia memainkan peran multilateralnya.

–          Sebagai sekutu AS : maka Australia tetap menjaga hubungan baik dengan AS dan Inggris.

–          Comprehensive Engagement with Asia : sebagai negara yang bertetangga dengan Asia, maka Australia menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan negara-negara Asia.

Di bawah kepemimpinan PM Rudd, maka ia memiliki visi KLN Australia, yaitu : membangun komunitas Asia Pasifik secara politik dan ekonomi serta membangun keamanan regional dan dialog kerjasama.

Tujuan dari KLN ini adalah : encourage development of a genuine and comprehensive sense of community whose habitual operating principle its cooperation.

Academic Judgment

Lalu bagaimana reaksi dari negara-negara Asia mengenai KLN Rudd ini ? Sepertinya pada awalnya negara-negara Asia tidak terlalu memandang penting KLN Australia ini, dikarenakan mereka sedang ditimpa musibah krisis finansial global, namun seiring dengan perkembangan waktu dan intensitas interdependensi antara kedua pihak, maka menurut penulis, kelak Australia dan Asia akan mampu mencapai kerjasama yang baik dan Australia mungkin saja bisa menjadi jembatan hubungan politik dan kerjasama ekonomi mutualisme antara Asia dan dunia Barat. Dengan pola interaksi yang baik, maka sangat memungkinkan negara-negara Asia dapat menyuarakan kepentingannya kepada negara-negara Barat melalui peran penting Australia, begitu pula sebaliknya. Australia merupakan negara yang berperan sangat penting dalam proses kestabilan ekonomi maupun keamanan dan politik regional, maka penulis sebagai masyarakat Indonesia khususnya dan masyarakat Asia secara luas, mengharapkan konsistensi negara Australia dalam upayanya menjalin multilateralisme dengan negara-negara Asia, serta menjadikan Australia sebagai mitra kerjasama yang baik antara kedua pihak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s