Working Paper : Pengaruh Meningkatnya Kekuatan Militer China Bagi AS


Pengaruh Strategis Kebangkitan Kekuatan Militer China bagi AS

Signifikansi kebangkitan Cina saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruhnya berdampak besar pada berbagai aspek jika dikaitkan dengan posisi dan kekuatan Amerika Serikat. Banyak pendapat dan opini publik maupun para ahli yang mengatakan bahwa Amerika Serikat mengalami penurunan pengaruh dan kekuatan dalam interaksi global, namun sebenarnya Amerika Serikat tetap maju dan berkembang, dan yang menjadi pusat kajian beberapa ahli adalah perkembangan negara-negara lain yang jauh lebih cepat dari perkembangan Amerika Serikat, salah satu diantaranya adalah negara Cina.

Kebangkitan Cina saat ini merupakan suatu fenomena global, dimana pola interaksi global sedikit demi sedikit mulai dipengaruhi oleh pengaruh kekuatan Cina ini dan juga bisa dikatakan mengancam posisi Amerika Serikat yang selama ini dipandang sebagai superpower. Kebangkitan Cina ini secara tidak langsung sangat berpengaruh bagi politisi maupun policymakers di AS dalam menanggapi fenomena tersebut. Pengaruhnya mencakup berbagai segi dan aspek, diantaranya dari segi politik, ekonomi, maupun strategis.

Dalam pembahasan ini, penulis akan mencoba membahas mengenai apa pengaruh dari kebangkitan Cina bagi AS dalam segi strategis.

Tabel dan Data Perbandingan Anggaran Militer AS dan Cina Serta Negara Lain di Dunia :

Dalam perkembangan waktu, kita dapat melihat dalam tabel bahwa dalam kurun waktu 10 tahun, anggaran militer Cina telak naik sebesar 194%, hal ini menjadikannya sebagai negara dengan kenaikan anggaran militer terbesar dalam kurun waktu 10 tahun. Secara global dan dalam konteks anggota tetap Dewan Keamanan PBB, anggaran militer Cina juga menempati posisi kedua terbesar setelah Amerika Serikat.

Peningkatan anggaran militer Cina pada tahun 2008 mencapai 17,6% yaitu sebesar 418 juta yuan atau sekitar US$ 61.124495,23. Hal ini dikarenakan beberapa hal, diantaranya guna memperbaiki dan memperkuat kekuatan pertahanan Cina.

Beberapa waktu lalu, Cina mengumumkan peningkatan dana pembelanjaan militer sebesar 17,6 persen. Itu artinya anggaran belanja militer Cina pada tahun 2008 ini mencapai sekitar 418 juta yuan. Elite militer Cina menyatakan bahwa peningkatan anggaran militer tersebut ditujukan untuk memperkuat dan memperbaiki kelemahan pertahanan Cina.[2]

Menurut data yang disusun oleh lembaga survey internasional, kekuatan militer Cina kini merupakan suatu hal yang harus diperhitungkan oleh negara-negara besar, khususnya negara AS dan sekutunya. Secara kuantitas, jumlah personel tentara Cina telah mencapai jumlah yang luar biasa banyaknya.

Tentara Aktif berjumlah 2.255.000 orang. Tentara cadangan, 800.000 orang. Paramiliter aktif 3.969.000 orang.

Angkatan Darat, Cina memiliki senjata bebasis darat sejumlah 31.300, tank sejumlah 8200, kendaraan pengangkut pasukan sebesar 5000, meriam sejumlah 14.000, senjata pendorong 1.700, sistem peluncur roket 2.400, mortir sejumlah 16.000, senjata kendali anti tank 6500, dan senjata anti-pesawat 7.700.

Angkatan Laut Cina pun cukup berjaya. Kapal perang berjumlah 760 unit, kapal pengangkut 1822 unit, pelabuhan utama 8, pengangkut pesawat 1 unit, kapal penghancur 21 unit, kapal selam 68 unit, fregat 42, kapal patroli pantai 368 unit, kapal penyapu ranjau sekitar 39 unit, dan kapal amphibi sekitar 121 unit.

Angkatan Udara Cina punya jumlah pesawat 1900 unit. Cukup menakjubkan. Helikopter 491 unit, lapangan udara sebanyak 67 unit.[3]

Li Zhaoxing yang merupakan juru bicara pada sesi ke-2 Kongres Nasional ke-11, mengatakan bahwa pada tahun 2009 pemerintah Cina merencanakan kenaikan anggaran pertahanan mereka menjadi 480,686 milyar yuan, naik sekitar 14,9% atau 62,482 milyar yuan dari anggaran tahun 2008.[4]

Kenaikan jumlah anggaran dan jumlah kekuatan militer Cina ini ternyata mempengaruhi dan menyebabkan ketakutan bagi negara besar seperti Amerika Serikat dan tentunya juga bagi sekutu AS di kawasan Asia seperti Jepang dan Korea Selatan.

Ketakutan akan hal ini ternyata bukan sebuah ketakutan yang tidak beralasan, karena hal ini terbukti dengan adanya uji coba militer Cina pada Februari 2007. Saat itu, Cina menyatakan bahwa pihaknya telah berhasil mengadakan uji coba senjata antisatelit.[5]

“Penghancuran satelit cuaca Cina, Feng Yun 1C (FY-1C, diluncurkan ke orbit 1999) dengan Asat pada 11 Januari, langsung menuai reaksi keras dari AS, Australia, Kanada, Jepang dan Korea Selatan. Mereka takut Cina akan mampu menghancurkan satelit mereka di orbit, termasuk satelit pengintai dan satelit militer lainnya. Bahkan AS yang tidak mau hegemoninya di angkasa luar tersaingi, mengancam akan meninjau kembali kerjasama sipilnya dengan Cina untuk mengeksplorasi angkasa luar.”[6]

Itu berarti, Cina merupakan negara ketiga yang mempunyai kemampuan menembak jatuh sasaran di ruang angkasa setelah AS dan bekas Uni Soviet. Pada akhir tahun 2007, Presiden Cina Hu Jintao dalam pidatonya pada Kongres ke-17 Partai Komunis Cina juga menyatakan akan segera melakukan pengembangan kemampuan militer Cina yang berteknologi tinggi. Secara eksplisit, pemimpin Partai Komunis Cina tersebut juga mengkonfirmasi bahwa dalam lima tahun ke depan, sasaran strategis pengembangan kekuatan militer Cina adalah membangun angkatan bersenjata yang terkomputerisasi dan unggul dalam kemampuan tempur berbasis teknologi informasi serta didukung prajurit bermutu tinggi dalam jumlah yang besar. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila di awal tahun 2008 kemarin, Cina meningkatkan anggaran militernya dengan fokus pada peningkatan kemampuan peperangan luar angkasa dengan menggunakan teknologi tinggi. [7]

Jika kita melihat dari pihak Amerika Serikat, apa yang mereka lakukan dalam menanggapi kebangkitan kekuatan militer Cina ini ?

Jika dilihat dari jumlah anggaran militer AS, mereka juga melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Cina, yaitu menaikkan anggaran militernya. Namun kenaikkan jumlah anggaran militer AS memang tidak sedrastis dengan apa yang dilakukan oleh Cina, karena pada pertengahan tahun 2007 hingga 2008, perekonomian AS diserang oleh suatu krisis. Tidak hanya AS, Cina pun juga terkena dampak krisis, namun dampak yang dialami Cina tidak terlalu parah seperti apa yang dialami oleh AS.

Berikut adalah data anggaran pertahanan AS pada tahun 2008 :

  • Provides $481.4 billion for the Department of Defense’s base budget—a 62-percent increase over 2001—to ensure a high level of military readiness as the Department develops capabilities to meet future threats, defends the homeland, and supports the all-volunteer force and their families;
  • Supports operations in the Global War on Terror by providing an additional $93.4 billion in supplemental funds for 2007 and $141.7 billion for 2008, including funds to accelerate efforts to train and equip Iraqi and Afghan Security Forces;
  • Continues ground force modernization and the expansion of Special Operations Forces;
  • Enhances missile defense capabilities by adding additional interceptor missiles and sites to expand coverage against new threats;
  • Provides a 3.0-percent increase in basic military and civilian pay; and
  • Aligns military health care premiums and copayments for retirees under 65 years of age with general health insurance plans[8]

Dari data di atas, ada beberapa poin (bold) yang dapat kita analisa, yaitu : pada poin pertama bahwa kenaikan anggaran pertahanan ini merupakan kenaikan sebesar 62% sejak tahun 2001. Kenaikan ini digunakan demi meningkatkan kesiapan militer AS dalam menghadapi apa yang mereka sebut sebagai “future threats”. Disini kita bisa menganalisa apa yang dimaksud future threats oleh mereka tersebut adalah kekuatan non-state actors seperti kelompok terorisme yang sudah sejak lama mereka perangi, dan juga untuk menanggapi kekuatan militer negara-negara yang dapat mereka anggap sebagai saingan, seperti Russia maupun Cina.

Jika kita bandingkan dengan data anggaran pertahanan AS di tahun 2009 :

The budget provides $515.4 billion in discretionary authority for the Department of Defense (DoD), a $35.9 billion or 7.5 percent increase over the enacted level for Fiscal Year 2008.

Defense Secretary Robert M. Gates said, “the President’s budget for FY 2009 provides the resources necessary to maintain an agile, highly trained, and lethal fighting force, increase Army and Marine Corps end strength, and sustain the United States’ technological advantage over current and potential enemies.” Specifically, the Department’s request:

  • Maintains a highly trained fighting force of 2.2 million soldiers, sailors, airmen, and Marines;
  • Recruits, trains and equips 65,000 additional active duty soldiers and 27,000 additional Marines over five years;
  • Provides pay increases of 3.4 percent for military members, improves benefits for the all volunteer force, and increases pay 2.9 percent for the civilian workforce;
  • Provides world-class health care for 9.2 million eligible Service members, families, and retirees;
  • Procures and maintains an arsenal of the world’s most advanced weapon systems;
  • Improves warfighting capabilities and invests in science and technology to maintain U.S. advantage over the Nation’s enemies;
  • Maintains 545,000 facilities at 5,300 sites in the U.S. and around the globe; and
  • Maintains vital intelligence capabilities.[9]

Pada tahun 2009, anggaran pertahanan AS naik sebesar $35.9 milyar atau sekitar 7.5% dari anggaran pada tahun 2008.

Beberapa poin yang dapat kita analisa adalah dari tujuan kenaikan anggaran ini, yaitu salah satunya adalah mengembangkan teknologi dalam menghadapi berbagai potensi ancaman dari pihak lawan. Sama seperti sebelumnya, yang dimaksudkan pihak lawan oleh mereka dalam hal ini adalah kelompok terorisme dan juga negara saingan.

Lalu kita juga bisa melihat dari poin ke-5 dan ke-6, yaitu mengembangkan dan mempertahankan kekuatan persenjataan AS sebagai senjata paling mutakhir dalam sistem persenjataan dunia ; serta meningkatkan kemampuan dan investasi di bidang sains dan teknologi untuk mempertahankan kekuatan AS dari pihak lawan.

Selain kelompok terorisme dalam GwoT yang menjadi pusat perhatian, ternyata kapabilitas negara lain juga bisa menjadi ancaman bagi AS dalam mempertimbangkan anggaran pertahanannya. Tidak dapat dipungkiri bahwa Cina yang saat ini menjadi kekuatan militer no.2 di dunia setelah AS, merupakan suatu ancaman baru bagi AS dalam segi strategis. Persepsi ancaman ini juga bertambah dimana Cina seringkali merupakan pihak yang bertentangan dengan AS dalam berbagai isu internasional seperti misalnya dalam kasus Myanmar.

Maka dari itu, kami sebagai penulis menganggap kebangkitan kekuatan militer Cina merupakan suatu ancaman besar dan patut diperhitungkan oleh AS jika mereka tetap ingin mempertahankan hegemoninya dalam sistem interaksi global.

Kenaikan anggaran pertahanan AS dari tahun ke tahun merupakan sebagai upaya mereka dalam menghadapi berbagai potensi ancaman yang ada dalam interaksi global. Ancaman bukan hanya datang dari luar, tetapi juga bisa datang dari dalam. Jika selama ini AS terlihat fokus dalam program Global War on Terrorism nya, maka kini mereka juga fokus dalam menghadapi berbagai potensi ancaman dari meningkatnya kekuatan negara lain. Russia dan Cina masih menjadi ancaman dan saingan nomor 1 bagi AS, terlebih Cina yang kini menjadi kekuatan militer nomor 2 di dunia, yang menjadikannya sebagai pihak yang mulai berpengaruh dan memainkan perannya dalam isu-isu global maupun posisinya dalam Permanent Members UN Security Council.


[1] Global Distribution of Military Expenditure in 2008 – source : Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) Yearbook 2009 – http://www.globalissues.org/article/75/world-military-spending – diakses tanggal 16 November 2009 pk.7:49pm.

[2] Kemampuan Militer Cina Cemaskan AS – http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib= beritadetail&id=15748 – diakses tanggal 16 November 2009 pk.8:00pm

[3] Data diperoleh dari hasil survey lembaga Global Future Institute (GFI) pada tahun 2009, diakses dari http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=346&type=8 tanggal 16 November 2009 pk.8:11pm.

[4] China’s Defense Budget to Grow 14,9% in 2009 – http://www.chinadaily.com.cn/china/2009-03/04/content_7535244.htm – diakses tanggal 17 November 2009 pk.6:43pm.

[5] Kemampuan Militer Cina Cemaskan AS. Op.Cit.

[6] Pendapat seorang ahli strategis Indonesia bernama RB Sugiantoro dalam sebuah tulisannya yang berjudul Ambisi Cina Menjadi Superpower dalam Majalah Angkasa Online – http://www.angkasa-online.com/read/newsprint/133/ambisi.cina.menjadi.superpower diakses tanggal 17 November 2009 pk.5:24pm.

[7] Kemampuan Militer Cina Cemaskan AS. Op.Cit.

[8] Department of Defense, The President’s 2008 Budget – http://www.whitehouse.gov/omb/rewrite/ budget/fy2008/defense.html – diakses tanggal 17 November 2009, pk.5:48pm.

[9] Fiscal Year 2009 Department of Defense Budget Released – http://www.defenselink.mil/ releases/release.aspx?releaseid=11663 – diakses tanggal 17 November 2009, pk.6:08pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s